Selasa, 28 Oktober 2014

Hemangioma


ASUHAN NEONATUS, BAYI, BALITA DAN PRA SEKOLAH

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Tumor jinak vaskuler yang sering terjadi dan tampak pada bulan-bulan pertama setelah kelahiran. Hemangioma merupakan suatu proliferasi yang sifatnya jinak dari sel-sel endothelium pembuluh darah yang lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Hemangioma merupakan jenis kelainan pembuluh darah. Orang mengenalnya sebagai tanda lahir atau birthmark.Dijelaskan oleh dr. Edi Setiawan , Sp. A(K), hemangioma adalah tumor pembuluh darah. Walau disebut tumor, hemangioma tak selalu berbentuk benjolan seperti tumor pada umumnya.
Hemangioma terjadi karena adanya proliferasi (pertumbuhan yang berlebih) dari pembuluh darah yang tidak normal, dan bisa terjadi disetiap jaringan pembuluh darah. Penyebab hemangioma sampai saat ini masih belum jelas. Angiogenesis sepertinya memiliki peranan dalam kelebihan pembuluh darah.

1.2  Tujuan
1.      Mengetahui pengertian dari Hemangioma.
2.      Mengetahui etiologi Hemangioma.
3.      Mengetahui ptofisiologi Hemangioma.
4.      Mengetahui tanda-tanda Hemangioma.
5.      Mengetahui macam-macam Hemangioma.
6.      Mengetahui komplikasi pada Hemangioma,
7.      Mengetahui penanganan Hemangioma.

1.3  Rumusan Masalah
1.      Pengertian Hemangioma.
2.      Etiologi Hemangioma.
3.      Patofisiologi Hemangioma.
4.      Tanda-tanda Hemangioma.
5.      Macam-macam Hemangioma.
6.      Komplikasi Hemangioma.
7.      Penanganan Hemangioma.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
            Hemangioma adalah suatu tumor jaringan lunak atau tumor vaskular jinak akibat pfoliferasi (pertumbuhan yang berlebih) dari pembuluh darah yang tidak normal dan dapat terjadi pada setiap jaringan pembuluh darah.
            Hemangioma merupakan suatu proliferasi yang sifatnya jinak dari sel-sel endothelium pembuluh darah yang lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Hemangioma merupakan jenis kelainan pembuluh darah. Orang mengenalnya sebagai tanda lahir atau birthmark. 
            Dijelaskan oleh dr. Edi Setiawan, Sp. A(K), hemangioma adalah tumor pembuluh darah. Walau disebut tumor, hemangioma tak selalu berbentuk benjolan seperti tumor pada umumnya.
2.2 Etiologi
                   Hemangioma terjadi karena adanya proliferasi (pertumbuhan yang berlebih) dari pembuluh darah yang tidak normal, dan bisa terjadi disetiap jaringan pembuluh darah. Penyebab hemangioma sampai saat ini masih belum jelas. Angiogenesis sepertinya memiliki peranan dalam kelebihan pembuluh darah.
2.3 Patofisiologi
                     Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan diantaranya menyatakan bahwa proses ini diawali dengan suatu proliferasi dari sel-sel endothelium yang belum teratur dan dengan perjalanan waktu menjadi teratur dengan membentuk pembuluh darah yang berbentuk lobus dengan lumen yang berisi sel-sel darah. Sifat pertumbuhan endothelium tersebut jinak dan memiliki membrane basalis tipis. Proliferasi tersebut akan melambat dan akhirnya berhenti. Hemangioma superficial dan dalam, mengalami fase pertumbuhan cepat dimana ukuran dan volume bertambah secara cepat. Fase ini diikuti dengan fase istirahat, di mana perubahan hemangioma sangat sedikit, dan fase involusi, hemangioma dapat hilang tanpa bekas. Hemangioma kavernosa yang besar mengubah kulit disekitarnya, dan meskipun fase involusi sempurna, akhirnya meninggalkan bekas pada kulit yang terlihat. Beberapa hemangioma kapiler dapat involusi lengkap , tidak meninggalkan bekas .
2.4 Tanda-Tanda
1.      Tampak seperti tanda lahir, tetapi pertumbuhannya terjadi secara cepat pada usia 6-12 bulan.
2.      Pertumbuhan ini mulai menyusut dan melambat pada usia 1-7 tahun dan tumor ini menciut pada usia   10-12 tahun, kebanyakan ada pula yang menghilang pada usia 10-13 tahun.
3.      Adanya pola merah terang yang timbul, terkadang dengan permukaan bertekstur (kadang disebut      hemangioma stroberi karena berwarna merah seperti buah stroberi).
4.      Pembuluh darah vena yang menyebar dari tumor juga bisa terlihat di bawah kulit. Saat hemangioma mulai menyusut, warna merahnya akan memudar. Bekas warna akhir itu umumnya akan hilang saat anak berusia 7 tahun.
5.      Untuk hemangioma yang muncul pada lapisan kulit lebih bawah (hemangioma dalam), terlihat seperti lebam atau kebiru-biruan pada kulit tapi terkadang juga malah tidak tampak sama sekali. Lebam ini biasanya terlihat pada saat anak berusia 2-4 bulan.
2.5 Klasifikasi
a.    Hemangioma kapiler
Hemangioma kapiler (superficial hemangioma), terjadi pada kulit bagian atas. Hemangioma kapiler disebut juga Strawberry hemangioma (hemangioma simplek). Hemangioma kapiler terdapat pada waktu lahir atau beberapa hari sesudah lahir. Lebih sering terjadi pada bayi premature dan akan menghilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu.
Tampak sebagai bercak merah yang makin lama makin besar. Warnanya menjadi merah menyala, tegang dan berbentuk lobular,berbatas tegas, dan keras pada perabaan.  Involusi spontan ditandai oleh memucatnya warna didaerah sentral, lesi menjadi kurang tegang dan lebih mendatar.
b.    Hemangioma kavernosum
Terjadi pada kulit yang lebih dalam, biasanya pada bagian dermis dan sub cutis. Lesi ini tidak berbatas tegas, dapat berupa macula erimatosa atau nodus yang berwarna merah sampai ungu.Bila ditekan akan mengempis dan cepat mengembung lagi apabila dilepas. Lesi terdiri dari elemen vaskuler yang matang. Bentuk kavernosum jarang mengadakan involusi spontan (Coheen,2004; Anonim,2005). Hemangioma kavernosum kadang-kadang terdapat pada lapisan jaringan yang dalam, pada otot atau organ dalam (Hall.2005).
2.6 Komplikasi
a.    Perdarahan
Komplikasi ini paling sering terjadi dibandingkan dengan komplikasi lainnya. Penyebabnya adalah trauma dari luar atau rupture spontan dinding pembuluh darah karena tipisnya kulit di atas permukaan hemangioma, sedangkan pembuluh darah dibawahnya terus tumbuh.
b.    Ulkus
Ulkus menimbulkan rasa nyeri dan meningkatkan resiko infeksi, perdarahan, dan sikatrik. Ulkus merupakan hasil dari nekrosis. Ulkus dapat juga terjadi akibat rupture .Hemangioma kavernosa yang besar dapat diikuti dengan ulserasi dan infeksi sekunder (Kantor, 2004).
c.    Trombositopenia
Jarang terjadi, biasanya pada hemangioma yang berukuran besar. Dahulu dikira bahwa trombositopenia disebabkan oleh limpa yang hiperaktif. Ternyata kemudian bahwa dalam jaringan hemangioma terdapat pengumpulan trombosit yang mengalami sekuenterisasi
d.   Gangguan penglihatan
Pada region periorbital sangat meningkatkan risiko gangguan penglihatan dan harus lebih sering dimonitor. Amblyopia dapat merupakan hasil dari sumbataan pada sumbu penglihatan (Visual axis). Kebanyakan komplikasi yang terjadi adalah astigmatisma yang disebabkan tekanan tersembunyi dalam bola mata atau desakan tumor keruang rettrobul
e.    Masalah psikososial
Akan menimbulkan kecemasan bagi orang tua terutama jika hemangioma muncul pada bagian muka.
f.     Dengan persentase yang sangat kecil hemangioma bisa menyebabkan obstruksi jalan napas, gagal jantung
2.7 Penanganan
a.    Cara konservatif
Pada perjalanan alamiahnya lesi hemangioma akan mengalami pembesaran dalam bulan-bulan pertama, kemudian mencapai besar maksimun dan sesudah itu terjadi regresi spontan sekitar umur 12 bulan, lesi terus mengadakan regresi sampai umur 5 tahun . Untuk hemangioma kapiler (strawberry Hemangioma) , sering tidak diterapi karena hemangioma jenis ini bila biarkan akan hilang dengan sendirinya dan kulit terlihat normal.
b.    Cara aktif
Hemangioma yang memerlukan terapi secara aktif, antara lain adalah hemangioma yang tumbuh pada organ vital, seperti pada mata, telinga, dan tenggorokan; Hemangioma yang mengalami perdarahan, hemangioma yang mengalami ulserasi, hemangioma yang mengalami infeksi, hemangioma yang mengalami pertumbuhan cepat dan terjadi deformitas jaringan. Cara-cara aktif dapat dilakukan antara lain pembedahan, radiasi, corticosteroid, obat sklerotik, eletrokoagulansi, pembekuan, dan antibiotic.




BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Hemangioma adalah suatu tumor jaringan lunak atau tumor vaskular jinak akibat pfoliferasi (pertumbuhan yang berlebih) dari pembuluh darah yang tidak normal dan dapat terjadi pada setiap jaringan pembuluh darah. Hemangioma terdiri dari dua yaitu Hemangioma kapiler dan Hemangioma kavernosum.
Komplikasi pada hemangioma yaitu perdarahan ulkus, trombositopenia, masalah psikososial, dan dengan persentase yang sangat kecil hemangioma bisa menyebabkan obstruksi jalan napas, gagal jantung.
Penanganan pada Hemangioma ada 2 cara yaitu cara konservatif dan cara aktif.
Cara konservatif : pada perjalanan alamiahnya lesi hemangioma akan mengalami pembesaran dalam bulan-bulan pertama, kemudian mencapai besar maksimun dan sesudah itu terjadi regresi spontan sekitar umur 12 bulan, lesi terus mengadakan regresi sampai umur 5 tahun
Cara aktif : Hemangioma yang memerlukan terapi secara aktif, antara lain adalah hemangioma yang tumbuh pada organ vital, seperti pada mata, telinga, dan tenggorokan








ASUHAN KEBIDANAN pada BAYI ”R”
UMUR 9 BULAN  DENGAN HEMANGIOMA
I.          PENGKAJIAN
Anamnesa dilakukan oleh    : Bidan ”A             di         : BPS KATANG
Pada tanggal                        :10 Oktober 2014    Pukul   : 10.30 WIB

1.1  DATA SUBYEKTIF
1.1.1         Identitas
Nama bayi                               : By. Ny. K
Umur                                       : 9 Bulan
Tanggal / jam lahir                   : 10 Januari 2014 / 19.00 WIB
Jenis kelamin                           : Laki – laki

Nama ibu                                 : Ny. K 
Umur                                       : 25 th  
Suku                                        : Jawa/Indonesia      
Agama                                     : Islam     
Pendidikan                              : SMP  
Pekerjaan                                 : Ibu rumah tangga  
Penghasilan                             : -   
                        
Nama ayah                              : Tn. J
Umur                                       : 26 th
Suku                                        : Jawa / Indonesia
Agama                                     : Islam
Pendidikan                              : SMA
Pekerjaan                                 : Buruh Pabrik
Penghasilan                             : 900rb/bulan
Alamat                                                 Kampung Rawa Tengah RT 06/RW 07 No.10,Kediri
1.1.2         Alasan Kunjungan / Keluhan Utama
Ibu pasien mengatakan bayinya rewel, badan teraba panas, dan ada Benjolan pada tengkuk  dengan kemerahan pada area tengkuk kanan. Kemudian semakin membesar

1.1.3         Riwayat Kehamilan Dan Kelahiran
Ibu mengatakan ini kelahiran anak yang pertama.
Prenatal   : Ibu mengatakan sebelum  hamil tidak pernah menderita penyakit kronis ataupun menular, ibu makan seperti biasa porsi 3x sehari dan meperhatikan pola kebersihannya.
Natal        : Ibu mengatakan selama kehamilan juga tidak pernah mendapatkan keluhan yang menggangu dan tidak mengidap penyakit kronis. Selama kehamlan ibu memeriksakan kehamilannya 6 kali di Bidan, dan ibu mendapatkan 2 kali imunisasi TT, mendapatkan tablet vitamin Fe, serta janin bergerak aktif.
Postnatal  : Ibu melahirkan pada usia kehamilan 40 minggu dengan penolong persalinan bidan, lahir spontan, menangis keras, warna kulit kemerahan, BB: 3700 gram PB: 47 cm. Bayi menangis kuat, gerak aktif, kulit berwarna kemerahan.selama postnatal tidak ada keluhan, bayi minum ASI dan tidak diberikan tambahan

1.1.4         Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan keluarganya tidak mempunyai penyakit menular, menahun ataupun menurun seperti asma, diabetes mellitus, penyakit gangguan jiwa,dll.

1.1.5         Riwayat Sosial
Yang mengasuh bayi                           : Orang tua
Hubungan dengan anggota keluarga  : Anak kandung
1.1.6         Kebutuhan Dasar
Makanan      : ASI, 10x/hari
Pola tidur     : malam selama 12 jam
Siang selama 4 jam
Mandi           : 2x sehari dengan air hangat,memakai sabun dikeringkan dengan handuk dan bedak gatal untuk mengobati biang keringat.
Eliminasi       : BAB 1x/hari, warna kekuning - kuningan, BAK ± 8x sehari,masih ngompol, tidak memakai pampers dengan alas an mahal.
Imunisasi      : HB Uniject.

1.2  DATA OBYEKTIF
1.2.1         Keadaan umum : Baik, composmentis,tampak sakit ringan.

1.2.2         Pemeriksaan umum
Tekanan Darah            : -
Nadi                            : 100    x/menit
RR                               : 58      x/menit
Suhu                            : 38º     C
Berat Badan                : 9,5     Kg
Tinggi Badan              : 60      Cm

1.2.3         Pemeriksaan fisik
Kepala            : Rambut hitam, tidak ada benjolan, kepala bersih,tidak ada sefal hematoma, tidak ada kaput sucsedanium.
Mata               : Simetris, conjungtiva berwarna merah muda, sclera berwarna putih, bersih ,tidak ada odema. (kanan/kiri)
Hidung           : Simetris, bersih ,tidak ada secret, tidak ada polip, tidak ada gerakan cuping hidung, tidak ada pilek.
Telinga           : tidak terdapat perlukaan, Simetris, bersih, tidak ada secret , teraba tulang rawan. (kanan/kiri)
Mulut              : bersih, tidak terdapat stomatitis. Gigi atas tumbuh empat buah dan gigi bawah dua buah.
Leher              : terdapat benjolan sebesar telur puyuh pada area sebelah kanan belakang (tengkuk), mengeluarkan darah, tidak terdapat kaku kuduk,tidak ada pembesaran kelenjaran thyroid dan vena jugularis.
Dada               : Kanan dan kiri simetris, tidak ada ronchi/wheezing, tidak ada retraksi dada saat bernafas,tidak tampak adanya chest indrawing.
Perut               : Normal tidak ada pembengkakan hepar,tidak distensi, tidak ada tanda-tanda infeksi pada tali pusat, tidak ada kembung, tidak ada perdarahan pada tali pusat.
Punggung      : Tidak ada benjolan spina bifida, bentuk punggung lordosis,banyak bekas cacar air dan terdapat bintik biang keringat.
Genetalia        : tidak dikaji
Anus               : tidak dikaji
Ekstremitas    : Jari lengkap, normal, tidak ada polidaktili/sindaktili (kanan/kiri).

1.2.4         Antopometri
Ukuran kepala :
·         Suboccipito bregmatika    : -
·         Fronto occipitalis              : -
·         Mento occipitalis              : -

1.2.5         Pemeriksaan tingkat perkembangan
·      Adaptasi social      : anak masih malu-malu dan takut pada orang baru dan belum bisa lepas dari ibu atau bapaknya.
·      Bahasa                   : anak sudah bisa menggumamkan kata-kata yang belum bermakna misalnya ma… ma….. pa….
·      Motorik halus        : anak sudah bisa memegang benda kecil dengan jempol dan jari telunjuk tetapi belum begitu sempurna.
·      Motorik kasar        : anak sudah bisa berdiri dengan pegangan, anak bisa berjalan dengan dituntun dan belum bisa berdiri tanpa pegangan.

II.      Intrepretasi data dasar
Dx/Masalah/
Kebutuhan
Data Subjektif
Data Objektif

Dx : By.”R” usia 9 Bulan dengan Hemangioma
·      Perawatan luka pada bayi dengan hemangioma yang mengakibatkan perdarahan
·      Pejelasan tempat rujukan segera

Ibu pasien mengatakan bayinya rewel, badan teraba panas, dan ada Benjolan pada tengkuk dimulai pada 40 hari setelah kelahiran dengan kemerahan pada area tengkuk kanan. Kemudian semakin membesar

Keadaan umum : Baik, composmentis, tampak sakit ringan.
Pemeriksaan umum:
·        TD   : -
·        Nadi : 100 x/menit
·        RR    : 58   x/menit
·        Suhu : 38º  C
·        BB    : 9,5  Kg
·        TB    : 60   Cm
Pemeriksaan Fisik :
terdapat benjolan sebesar telur puyuh pada area sebelah kanan belakang (tengkuk), mengeluarkan darah, tidak terdapat kaku kuduk, tidak ada pembesaran kelenjaran thyroid dan vena jugularis.
III.    ANTISIPASI MASALAH POTENSIA
-
IV.    KEBUTUHAN SEGERA
-
V.       INTERVENSI
Tanggal : 1 Sepember 2011                       Jam      : 10.30  WIB
RENCANA
RASIONAL
Berikan motifasi kepada ibu agar ibu lebih tenang untuk menerima kenyataan yang terjadi
.    Dengan memberikan motifasi kepada ibu, ibu mampi lebih kuat untuk menerima kenyataan dan ibu akan lebih lapang serta siap untuk mengambil keputusan
.     Jelaskan kondisi keadaan bayi pada ibu.

DeDengan penjelasan tentang Hemangioma, akan membantu mengurangi rasa cemas pada ibu.
Berikan ikakonseling tentang penatalaksanaan kompres hangat pada ibu untuk bayinya

.    Diberikannya kompres hangat dan penjelasan kompres hangat pada ibu mampu untuk memandirikan ibu apabila menghadapi bayinya yang sedang panas, dan supaya suhu bayinya cepat stabil.
Pantau keadaan umum dan TTV
.    Pemantauan keadaan bayi berguna untuk mengetahui perkembangan keadaan bayi.
Berikan konseling kepada ibu untuk memilih terapi pengobatan kepada anaknya

Dengan memberikan konseling kepada ibu tentang pemilihan terapi, membantu ibu untuk mempermudah mengambil keputusan yang terbaik untuk kesembuhan bayinya.
Berikan penyuluhan pada orangtua untuk menjaga luka tetap bersih

.     Menjaga luka mampu mengurangi infeksi dan membantu luka agar tidak semakin parah
Berikan penyuluhan pada keluarga tentang cara membersihkan nanah atau darah dengan cara yang bersih
Cara yang bersih dalam pembersihan nanah mengurangi kejadian infeksi pada luka
Observasi adanya tanda-tanda infeksi sesering mungkin.

Observasi infeksi mempu memantau pengeluarang yang ada sehingga tidak semakin infeksi
Anjurkan ibu untuk memperhatikan konsumsi makanan anaknya, pola nutrisi.
Memperhatikan konsumsi makanan anak  maka membantu proses penyembuhan melewati nutrisi .
Kolaborasi dengan tenaga medis lain, rujukan.

Dengan berkolaborasi dengan pihak lain mampu mengatasi kelainan pada anak dan mengurangi resiko kesalahan penanganan.

VI.        IMPLEMENTASI
Tanggal : 10 Oktober 2014                       Jam         : 10.50 WIB
TANGGAL/JAM
PELAKSANAAN
10.50 WIB
.      memberikan motifasi kepada ibu, ibu mampu lebih kuat untuk menerima kenyataan dan ibu akan lebih lapang serta siap untuk mengambil keputusan dengan cara menjelaskan bahwa semua manusia tidak ada yang sempurna dan semua penyakit bisa disembuhkan dengan penanganan medis yang benar
11.08 WIB
.      Memberikan penjelasan tentang penatalaksanaan kompres hangat pada ibu membantu memandirikn ibu untuk mrnghadapi bayinya yang sedang panas seperti mengompres pada derh ketiak, leher, lipatan-lipatan badan.
11.18 WIB
.      memberikan penjelasan tentang Hemangioma, akan membantu mengurangi rasa cemas pada ibu dengan pemberitahuan obat-obatan beserta tata laksananya pada terapi,ataupun dengan penjelasan tentang dampak negatifnya yang bisa ditanggulangi.
11.25 WIB
.      Memantauan keadaan bayi berguna untuk mengetahui perkembangan keadaan bayi seperti pemantaun tanda-tanda vital, mulai dari nadi, RR, suhu dan tekanan darah.
11.35 WIB
memberikan konseling kepada ibu tentang pemilihan terapi, membantu ibu untuk mempermudah mengambil keputusan yang terbaik untuk kesembuhan bayinya seperti terapi, dll.
11.45 WIB
Memberikan konseling tentang Menjaga luka mampu mengurangi infeksi dan membantu luka agar tidak semakin parah, seperti tidak menggaruk luka.
11.50 WIB
.     Memberikan pelatihan Cara yang bersih dalam pembersihan nanah mengurangi kejadian infeksi pada luka seperti mengganti kasa lama dengan kasa yang steril dan kering.

11.55 WIB
Mengobservasi infeksi mempu memantau pengeluarang yang ada sehingga tidak semakin infeksi seperti melihat warna pengeluaran dan jenis pengeluarannya sehingga apabila ada kelainan gera bisa ditangani.
11.58 WIB
Memperhatikan konsumsi makanan anak  maka membantu proses penyembuhan melewati nutrisi seperti mengurangi konsumsi lemak yang berlebihan dan makan sayuran yang bervitamin seprti bayam, sawi,dll.
12.00 WIB
Merujuk pasien adalah jalan yang paling tepat karena penanganan bayi dengan Hemangioma bukan merupakan kewenangan bidan, seperti dirujuk ke rumah sakit dengan penanganan dokter  yang lebih berwenang.






DAFTAR PUSTAKA
Nani, Vivian. 2013. Asuhan Neonantus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba
Medika.