Senin, 27 Oktober 2014

Satuan Acara Penyuluhan (SAP)


SATUAN ACARA PENYULUHAN
IMUNISASI PADA ANAK
Tema                           : Imunisasi
Sub Tema                    : Imunisasi Pada Anak
Target dan Sasaran      : Orang Tua Bayi
Hari/Tanggal               : Kamis, 17 April 2014
Waktu                         : 30 Menit
Tempat                        : Aula Balai Desa

A.  LATAR BELAKANG
Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa penyakit yang sering muncul pada masyarakat banyak ditemukan penyakit seperti: polio, campak, hepatitis B , TBC, Difteri. Karena dari itu harus diberikan imunisasi pada bayi.

B.  TUJUAN
1.1  Tujuan Intruksional Umum
Setelah mendapatkan penjelasan tentang imunisasi ibu-ibu diharapkan dapat memotivasi keluarga untuk membawa anak balitanya ke posyandu guna mendapatkan imunisasi lengkap.

1.2  Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mendapatkan penjelasan tentang imunisasi ibu-ibu dapat :
1.      Menjelaskan pengertian imunisasi / vaksinasi.
2.      Menjelaskan tujuan imunisasi.
3.      Menjelaskan penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi.
4.      Menjelaskan jenis-jenis imunisasi.
5.      Menjelaskan cara pemberian imunisasi.
6.      Menjelaskan kapan imunisasi tidak boleh diberikan.
7.      Menjelaskan keadaan yang timbul setelah imunisasi.
8.      Menjelaskan tempat pelayanan imunisasi.
9.      Menjelaskan jadwal pemberian imunisasi.

C.  MATERI PEMBELAJARAN
1.      Pengertian imunisasi
2.      Tujuan imunisasi
3.      Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
4.      Jenis-Jenis imunisasi.
5.      Cara pemberian imunisasi.
6.      Kapan imunisasi tidak boleh diberikan.
7.      Keadaan yang timbul setelah imunisasi.
8.      Tempat pelayanan imunisasi.
9.      Jadwal pemberian imunisasi.

D.  PELAKSANAAN KEGIATAN
·         Acara
NO.
WAKTU
KEGIATAN PENYULUHAN
KEGIATAN PESERTA
1.
5 Menit
Pembukaan
a.       Penyampaian salam

b.      Perkenalan
c.       Menjelaskan topik penyuluhan
d.      Menjelaskan Tujuan
e.       Apersepsi


f.       Kontrak Waktu

a.       Membalas salam
b.      Memperhatikan
c.       Memperhatikan

d.      Memperhatikan
e.       Memperhatikan dan memberi respon
f.       memperhatikan
2.
15 Menit
Pelaksanaaan
Penyampaian materi mengenai :
1.      Pengertian imunisasi
2.      Tujuan imunisasi
3.      Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
4.      Jenis-Jenis imunisasi.
5.      Cara pemeberian imunisasi.
6.      Kapan imunisasi tidak boleh diberikan.
7.      Keadaan yang timbul setelah imunisasi.
8.      Tempat pelayanan imunisasi.
9.      Jadwal pemberian imunisasi.

Memperhatikan penjelasan dan mencermati materi
3.
5 Menit
Evaluasi
Memberikan pertanyaan lisan (menanyakan kembali pada audien)

4.
5 Menit
Terminasi
a.    Menyimpulkan hasil penyuluhan
b.    Mengakhiri dengan salam

a.       Memperhatikan

b.      Menjawab salam

E.  METODE
a.       Ceramah
b.      Tanya jawab


F.   MEDIA
a.       Leaflet
b.      LCD

G. SETTING TEMPAT
pemberi materi
 

audien
audien
audien
audien
audien
 

                                                                                    
audien
audien
audien
audien
audien
 

                                                                                   


H.  RENCANA EVALUASI (Evaluasi Srtuktur, Proses, dan Hasil)
1.      Evaluasi Struktur
a.       Persiapan Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat digunakan dalam penyuluhan yaitu:
·         Leaflet
·         LCD
b.      Pesiapan Materi
Materi disiapkan dalam bentuk makalah dan dibuatkan leaflet serta power point dengna ringkas, menarik, lengkap, dan mudah dimengerti oleh peserta penyuluhan.
c.       Undangan
Dalam penyuluhan mengenai pentingnya pemberian imunisasi pada bayi atau balita kami melakukan penyuluhan secara individu.

2.      Evaluasi Proses
a.       Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta penyuluhan memahami materi penyuluhan yang diberikan.
b.      Peserta penyuluhan memperhatikan materi yang diberikan.
c.       Selama proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dengan sasran.
d.      Kehadiran peserta diharapkan 80% dan tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan selama kegiatan berlangsung.

3.      Evaluasi Hasil
a.      Jangka Pendek
Peserta penyuluhan mengerti 80% dari apa yang telah disampaikan dengan kriteria mampu menjawab pertanyaan dalam bentuk lisan yang akan diberikan oleh penyuluh. Berikut beberapa pertanyaan yang akan diberikan:
1.      Jelaskan apa itu imunisasi!
2.      Sebutkan tujuan imunisasi!
3.      Sebutkan penyakit yang dapat diceegah  dengan imunisasi!
4.      Sebutkan jenis-jenis imunisasi!
5.      Jelaskan jadwal pemberian imunisasi!
6.      Sebutkan cara pemberian imunisasi!
7.      Jelaskan kapan imunisasi tidak boleh diberikan!
8.      Sebutkan keadaan yang timbul setelah imunisasi!
9.      Jelaskan tempat pelayanan imunisasi!
b.      Jangka Panjang
Meningkatkan pengetahuan orang tua serta pengasuh anak peserta penyuluhan sehingga dapat menurunkan angka kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.





I.     DAFTAR PUSTAKA

Alimul, A. Aziz. 2005. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1 Edisi Peratama, Jakarta: Salemba Medika.


Letisya Putri. 2013. Diakses dari





















MATERI IMUNISASI

1.      PENGERTIAN IMUNISASI
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya.

2.      TUJUAN IMUNISASI
Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya.

3.      PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI
1.      Hepatitis B
2.      Campak
3.      Polio
4.      Difteri
5.      Tetanus
6.      Batuk rejan
7.      Gondongan
8.       Cacar air
9.       TBC

4.      JENIS IMUNISASI
1.      Imunisasi BCG
BCG termasuk salah satu dari 5 imunisasi yang diwajibkan. Ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercel bacili yang hidup di dalam darah. Itulah mengapa, agar memiliki kekebalan aktif, dimasukkanlah jenis basil tak berbahaya ke dalam tubuh, alias vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin).
2.      Imunisasi Hepatitis B
Ini juga merupakan imunisasi yang diwajibkan, lebih dari 100 negara memasukkan vaksinasi ini dalam program nasionalnya. Jika menyerang anak, penyakit yang disebabkan virus ini sulit disembuhkan. Bila sejak lahir telah terinfeksi virud hepatitis B (VHB) dapat menyebabkan kelainan-kelainan yang dibawanya terus hingga dewasa. Sangat mungkin terjadi sirosis atau pengerutan hati.
3.      Imunisasi Polio
Vaksin merupakan cara pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi suatu penyakit. Vaksin bukanlah obat apalagi untuk penyakit polio yang belum ada obatnya. Vaksin polio bekerja dengan cara merangsang pembentukan antibodi terhadap virus polio tanpa terjangkit penyakit tersebut. Sebelum tahun 2000 pemberian vaksin polio dilakukan secara oral, dimana didalam vaksin tersebut terkandung virus polio hidup yang telah dijinakkan. Namun dalam penerapannya ternyata dalam beberapa kasus penyakit polio justru disebabkan oleh vaksin oral tersebut. Setelah tahun 2000 pemberian vaksin dilakukan dengan memasukkan virus polio yang sudah mati atau tidak aktif lagi, dan pemebrian vaksin ini dilakukan dengan cara menyuntikkan vaksin pada lengan atau kaki. 
4.      Imunisasi DPT
Merupakan salah satu imunisasi yang wajib diberikan pada bayi. Imunisasi ini biasanya diberikan dalam beberapa tahapan. Untuk totalnya, pemberian imunisasi ini mencapai enam kali. Biasanya dilakukan mulai dari bayi usia 2 bulan hingga usianya mencapai 12 tahun.
Imunisasi DPT diberikan untuk mencegah penyakit seperti difteri, tetanus, dan pertusis. Bayi disarankan untuk diberikan imunisasi ini saat usianya 2 bulan. Tapi jika bayi Anda usianya sudah melebihi 2 bulan dan belum di imunisasi DPT lakukan saja sesuai urutan tahapan berdasarkan usianya

5.      Imunisasi Campak
Tanda klinis awal campak biasanya demam tinggi, yang muncul 10-12 hari setelah terpapar virus ini dan berlangsung selama 4-7 hari. Pilek, batuk, mata merah dan berair, dan munculnya bercak putih pada sebelah dalam pipi atau yang disebutKoplik’s Spot merupakan tanda awal penyakit ini. Setelah beberapa hari, ruam mulai muncul yaitu bintik-bintik kecil kemerahan pada kulit, biasanya pada muka dan leher atas. Setelah 3 hari, ruam ini menyebar, biasanya ke daerah tangan dan kaki. Ruam ini muncul selama 5-6 hari lalu menghilang dengan sendiri. Biasanya, ruam ini muncul 14 hari setelah terpapar virus ini (dengan batasan 7-18 hari).

5.      CARA PEMBERIAN IMUNISASI
Pemberian imunisasi dapat diberikan secara suntikan maupun diteteskan ke dalam mulut.
1.      BCG               : dengan suntikan ke dalam kulit pada lengan atas sebelah
dalam.
2.      DPT                : suntikan ke dalam otot di pangkal paha.
3.      Campak          : suntikan ke bawah kulit di lengan kiri atas.
4.      HB                 : suntikan pada lengan.
5.      DT / TT          : suntikan ke dalam otot pada lengan, paha ataupun
punggung.

6.      KAPAN IMUNISASI TIDAK BOLEH DIBERIKAN
Keadaan-keadaan di mana imunisasi tidak dianjurkan :
1.      HEPATITIS B, tidak boleh diberikan bila bayi sedang menderita penyakit kuning (ikterus)
2.      BCG, tidak diberikan pada bayi yang menderita sakit kulit lama, sedang sakit TBC dan panas tinggi.
3.      DPT, tidak diberikan bila bayi sedang sakit parah, panas tinggi dan kejang.
4.      Polio, tidak diberikan bila diare dan sakit parah.
5.      Campak, tidak diberikan bila bayi sakit mendadak dan panas tinggi.
7.      KEADAAN YANG TIMBUL SETELAH IMUNISASI
Keadaan-keadaan yang timbul setelah imunisasi berbeda pada masing-masing imunisasi, seperti yang diuraikan di bawah ini.
1.      BCG, dua minggu setelah imunisasi terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan, seterusnya timbul bisul kecil dan menjadi luka parut.
2.      DPT, umumnya bayi menderita panas sore hari setelah mendapatkan imunisasi, tetapi akan turun dalam 1 - 2 hari. Di tempat suntikan merah dan bengkak serta sakit, walaupun demikian tidak berbahaya dan akan sembuh sendiri.
3.      Campak, panas dan umumnya disertai kemerahan yang timbul 4 - 10 hari setelah penyuntikan.

8.      TEMPAT PELAYANAN IMUNISASI
Pelayanan imunisasi dapat diperoleh pada:
1.      Posyandu
2.      Puskesmas
3.      Bidan atau dokter praktek
4.      Rumah bersalin
5.      Rumah sakit

                                                                                                              










Tidak ada komentar:

Posting Komentar