SATUAN ACARA PENYULUHAN
IMUNISASI PADA ANAK
Tema : Imunisasi
Sub Tema : Imunisasi Pada Anak
Target dan Sasaran : Orang Tua Bayi
Hari/Tanggal : Kamis, 17 April 2014
Waktu : 30 Menit
Tempat : Aula Balai Desa
A. LATAR
BELAKANG
Berdasarkan
data yang diperoleh, diketahui bahwa penyakit yang sering muncul pada
masyarakat banyak ditemukan penyakit seperti: polio, campak, hepatitis B , TBC,
Difteri. Karena dari itu harus diberikan imunisasi pada bayi.
B. TUJUAN
1.1 Tujuan
Intruksional Umum
Setelah mendapatkan penjelasan tentang imunisasi ibu-ibu diharapkan
dapat memotivasi keluarga untuk membawa anak balitanya ke posyandu guna mendapatkan
imunisasi lengkap.
1.2 Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mendapatkan penjelasan tentang
imunisasi ibu-ibu dapat :
1.
Menjelaskan pengertian imunisasi / vaksinasi.
2.
Menjelaskan tujuan imunisasi.
3.
Menjelaskan penyakit yang dapat dicegah
dengan pemberian imunisasi.
4.
Menjelaskan jenis-jenis imunisasi.
5.
Menjelaskan cara pemberian imunisasi.
6. Menjelaskan
kapan imunisasi tidak boleh diberikan.
7.
Menjelaskan keadaan yang timbul setelah
imunisasi.
8. Menjelaskan
tempat pelayanan imunisasi.
9. Menjelaskan
jadwal pemberian imunisasi.
C. MATERI PEMBELAJARAN
1.
Pengertian imunisasi
2.
Tujuan imunisasi
3.
Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
4.
Jenis-Jenis imunisasi.
5.
Cara pemberian imunisasi.
6.
Kapan imunisasi tidak boleh diberikan.
7.
Keadaan yang timbul setelah imunisasi.
8. Tempat
pelayanan imunisasi.
9. Jadwal
pemberian imunisasi.
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
·
Acara
NO.
|
WAKTU
|
KEGIATAN
PENYULUHAN
|
KEGIATAN
PESERTA
|
1.
|
5 Menit
|
Pembukaan
a.
Penyampaian
salam
b.
Perkenalan
c.
Menjelaskan
topik penyuluhan
d.
Menjelaskan
Tujuan
e.
Apersepsi
f.
Kontrak
Waktu
|
a.
Membalas
salam
b.
Memperhatikan
c.
Memperhatikan
d.
Memperhatikan
e.
Memperhatikan
dan memberi respon
f.
memperhatikan
|
2.
|
15 Menit
|
Pelaksanaaan
Penyampaian materi mengenai :
1. Pengertian
imunisasi
2. Tujuan
imunisasi
3. Penyakit
yang dapat dicegah dengan imunisasi.
4. Jenis-Jenis
imunisasi.
5. Cara
pemeberian imunisasi.
6. Kapan
imunisasi tidak boleh diberikan.
7. Keadaan
yang timbul setelah imunisasi.
8. Tempat
pelayanan imunisasi.
9.
Jadwal pemberian imunisasi.
|
Memperhatikan penjelasan dan mencermati materi
|
3.
|
5 Menit
|
Evaluasi
Memberikan pertanyaan lisan (menanyakan kembali pada
audien)
|
|
4.
|
5 Menit
|
Terminasi
a.
Menyimpulkan
hasil penyuluhan
b.
Mengakhiri
dengan salam
|
a.
Memperhatikan
b.
Menjawab
salam
|
E. METODE
a.
Ceramah
b.
Tanya
jawab
F. MEDIA
a.
Leaflet
b.
LCD
G. SETTING
TEMPAT
pemberi materi
|
audien
|
audien
|
audien
|
audien
|
audien
|
audien
|
audien
|
audien
|
audien
|
audien
|
H. RENCANA
EVALUASI (Evaluasi Srtuktur, Proses, dan Hasil)
1. Evaluasi
Struktur
a.
Persiapan
Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat digunakan
dalam penyuluhan yaitu:
·
Leaflet
·
LCD
b.
Pesiapan
Materi
Materi disiapkan dalam bentuk makalah dan dibuatkan leaflet serta power
point dengna ringkas, menarik, lengkap, dan mudah dimengerti oleh peserta
penyuluhan.
c.
Undangan
Dalam penyuluhan mengenai pentingnya pemberian imunisasi pada bayi atau
balita kami melakukan penyuluhan secara individu.
2. Evaluasi
Proses
a.
Proses
penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta penyuluhan memahami
materi penyuluhan yang diberikan.
b.
Peserta
penyuluhan memperhatikan materi yang diberikan.
c.
Selama
proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dengan sasran.
d.
Kehadiran
peserta diharapkan 80% dan tidak ada peserta yang meninggalkan tempat
penyuluhan selama kegiatan berlangsung.
3. Evaluasi
Hasil
a. Jangka
Pendek
Peserta penyuluhan mengerti 80% dari apa yang telah disampaikan dengan
kriteria mampu menjawab pertanyaan dalam bentuk lisan yang akan diberikan oleh
penyuluh. Berikut beberapa pertanyaan yang akan diberikan:
1.
Jelaskan
apa itu imunisasi!
2.
Sebutkan
tujuan imunisasi!
3.
Sebutkan
penyakit yang dapat diceegah dengan
imunisasi!
4.
Sebutkan
jenis-jenis imunisasi!
5.
Jelaskan jadwal pemberian imunisasi!
6.
Sebutkan cara pemberian imunisasi!
7. Jelaskan
kapan imunisasi tidak boleh diberikan!
8.
Sebutkan keadaan yang timbul setelah
imunisasi!
9. Jelaskan
tempat pelayanan imunisasi!
b. Jangka
Panjang
Meningkatkan
pengetahuan orang tua serta pengasuh anak peserta penyuluhan sehingga dapat
menurunkan angka kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
I. DAFTAR
PUSTAKA
Alimul, A. Aziz. 2005. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1 Edisi Peratama, Jakarta: Salemba
Medika.
Ejjariza. 2013. Diakses dari http://ejjariza.wordpress.com/2013/02/15/satuan-acara-penyuluhan-sap-promosi-kesehatan-imunisasi/. 3 April 2014.
Letisya Putri. 2013. Diakses dari
MATERI IMUNISASI
1. PENGERTIAN
IMUNISASI
Imunisasi
adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan
sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah
atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti
kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan
untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya.
2.
TUJUAN
IMUNISASI
Tujuan
dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka
penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa
menyebabkan kematian pada penderitanya.
3.
PENYAKIT
YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI
1. Hepatitis
B
2. Campak
3. Polio
4. Difteri
5. Tetanus
6. Batuk
rejan
7. Gondongan
8. Cacar air
9. TBC
4.
JENIS
IMUNISASI
1. Imunisasi BCG
BCG termasuk salah satu dari 5 imunisasi yang diwajibkan. Ketahanan
terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercel
bacili yang hidup di dalam darah. Itulah mengapa, agar memiliki
kekebalan aktif, dimasukkanlah jenis basil tak berbahaya ke dalam tubuh, alias
vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin).
2. Imunisasi Hepatitis B
Ini juga merupakan imunisasi yang diwajibkan, lebih
dari 100 negara memasukkan vaksinasi ini dalam program nasionalnya. Jika
menyerang anak, penyakit yang disebabkan virus ini sulit disembuhkan. Bila
sejak lahir telah terinfeksi virud hepatitis B (VHB) dapat menyebabkan
kelainan-kelainan yang dibawanya terus hingga dewasa. Sangat mungkin terjadi
sirosis atau pengerutan hati.
3. Imunisasi Polio
Vaksin merupakan cara pencegahan yang dilakukan untuk
mengatasi suatu penyakit. Vaksin bukanlah obat apalagi untuk penyakit polio
yang belum ada obatnya. Vaksin polio bekerja dengan cara merangsang
pembentukan antibodi terhadap virus polio tanpa terjangkit penyakit tersebut.
Sebelum tahun 2000 pemberian vaksin polio dilakukan secara oral, dimana didalam
vaksin tersebut terkandung virus polio hidup yang telah dijinakkan. Namun dalam
penerapannya ternyata dalam beberapa kasus penyakit polio justru disebabkan
oleh vaksin oral tersebut. Setelah tahun 2000 pemberian vaksin dilakukan dengan
memasukkan virus polio yang sudah mati atau tidak aktif lagi, dan pemebrian
vaksin ini dilakukan dengan cara menyuntikkan vaksin pada lengan atau kaki.
4.
Imunisasi DPT
Merupakan salah satu imunisasi yang wajib diberikan
pada bayi. Imunisasi ini biasanya diberikan dalam beberapa tahapan. Untuk
totalnya, pemberian imunisasi ini mencapai enam kali. Biasanya dilakukan mulai
dari bayi usia 2 bulan hingga usianya mencapai 12 tahun.
Imunisasi DPT diberikan untuk mencegah penyakit
seperti difteri, tetanus, dan pertusis. Bayi disarankan untuk diberikan
imunisasi ini saat usianya 2 bulan. Tapi jika bayi Anda usianya sudah melebihi
2 bulan dan belum di imunisasi DPT lakukan saja sesuai urutan tahapan
berdasarkan usianya
5.
Imunisasi Campak
Tanda klinis awal campak biasanya demam tinggi, yang
muncul 10-12 hari setelah terpapar virus ini dan berlangsung selama 4-7 hari.
Pilek, batuk, mata merah dan berair, dan munculnya bercak putih pada sebelah
dalam pipi atau yang disebutKoplik’s Spot merupakan tanda awal
penyakit ini. Setelah beberapa hari, ruam mulai muncul yaitu bintik-bintik
kecil kemerahan pada kulit, biasanya pada muka dan leher atas. Setelah 3 hari,
ruam ini menyebar, biasanya ke daerah tangan dan kaki. Ruam ini muncul selama
5-6 hari lalu menghilang dengan sendiri. Biasanya, ruam ini muncul 14 hari
setelah terpapar virus ini (dengan batasan 7-18 hari).
5. CARA
PEMBERIAN IMUNISASI
Pemberian imunisasi dapat diberikan secara
suntikan maupun diteteskan ke dalam mulut.
1. BCG : dengan suntikan ke dalam kulit
pada lengan atas sebelah
dalam.
2. DPT : suntikan ke dalam otot di
pangkal paha.
3. Campak : suntikan ke bawah kulit di lengan
kiri atas.
4. HB : suntikan pada lengan.
5. DT / TT : suntikan ke dalam otot pada lengan,
paha ataupun
punggung.
6. KAPAN
IMUNISASI TIDAK BOLEH DIBERIKAN
Keadaan-keadaan di mana imunisasi tidak
dianjurkan :
1.
HEPATITIS
B, tidak boleh diberikan bila bayi sedang menderita penyakit kuning (ikterus)
2.
BCG, tidak diberikan pada bayi yang menderita
sakit kulit lama, sedang sakit TBC dan panas tinggi.
3.
DPT, tidak diberikan bila bayi sedang sakit
parah, panas tinggi dan kejang.
4. Polio,
tidak diberikan bila diare dan sakit parah.
5.
Campak, tidak diberikan bila bayi sakit
mendadak dan panas tinggi.
7. KEADAAN
YANG TIMBUL SETELAH IMUNISASI
Keadaan-keadaan yang timbul setelah imunisasi
berbeda pada masing-masing imunisasi, seperti yang diuraikan di bawah ini.
1.
BCG, dua minggu setelah imunisasi terjadi
pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan, seterusnya timbul bisul kecil
dan menjadi luka parut.
2.
DPT, umumnya bayi menderita panas sore hari
setelah mendapatkan imunisasi, tetapi akan turun dalam 1 - 2 hari. Di tempat
suntikan merah dan bengkak serta sakit, walaupun demikian tidak berbahaya dan
akan sembuh sendiri.
3. Campak,
panas dan umumnya disertai kemerahan yang timbul 4 - 10 hari setelah
penyuntikan.
8.
TEMPAT
PELAYANAN IMUNISASI
Pelayanan imunisasi dapat diperoleh pada:
1. Posyandu
2. Puskesmas
3.
Bidan
atau dokter praktek
4.
Rumah
bersalin
5.
Rumah
sakit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar