BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Perubahan bisa terjadi setiap saat, dan merupakan
proses yang dinamik serta tidak dapat dielakkan. Berubah berarti beranjak dari
keadaan yang semula. Tanpa berubah tidak ada pertumbuhan dan tidak ada
dorongan. Namun dengan berubah terjadi ketakutan, kebingungan dan kegagalan dan
kegembiraan. Setiap orang dapat memberikan perubahan pada orang lain. Merubah
orang lain bisa bersifat implisit dan eksplisit atau bersifat tertutup dan
terbuka. Kenyataan ini penting khususnya dalam kepemimpinan dan manajemen. Pemimpin secara konstan mencoba menggerakkan sistem dari satu titik ke
titik lainnya untuk memecahkan masalah. Maka secara konstan pemimpin
mengembangkan strategi untuk merubah orang lain dan memecahkan masalah.
Kebidanan yang sedang berada pada proses profesionalisasi terus berusaha membuat
atau merencanakan perubahan. Adaptasi terhadap perubahan telah menjadi
persyaratan kerja dalam kebidanan. Bidan pelaksana menemukan peran bahwa mereka berubah beberapa kali dalam satu
hari. Kadang seorang bidan menjadi
manajer, kadang menjadi perawat klinik, kadang menjadi konsultan dan selalu
dalam peran yang berbeda.
Sebagai bidan pelaksana maupun sebagai manajer kebidanan kita perlu membuat perubahan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan bidan dalam memberikan asuhan kebidanan. Bidan tentu saja berharap perubahan tersebut jangan sampai menimbulkan konflik.
Oleh karena itu, sebaiknya bidan perlu mengetahui teori-teori yang
mendasari perubahan.\
1.2 Tujuan
1.
Mendefinisikan perubahan.
2.
Mendefinisikan tipe Emultif (perubahan menurut Bennis
tahun 1965).
3.
Mengetahui contoh-contoh dari Tipe Emultif.
1.3 Rumusan
Masalah
1.
Pengertian Perubahan.
2.
Pengertian Tipe Emultif.
3.
Contoh Tipe Emultif.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perubahan
Berubah adalah bagian dari kehidupan setiap orang; berubah adalah cara
seseorang bertumbuh, berkembang, dan beradaptasi. Perubahan dapat positif atau
negatif terencana atau tidak terencana. Perubahan adalah proses membuat
sesuatu yang berbeda dari sebelumnya (Sullivan dan Decker,2001).
Perubahan adalah suatu proses dimana terjadinya peralihan atau perpindahan
dari status tetap (statis) menjadi status yang bersifat dinamis. Artinya dapat
menyesuaikan diri dari lingkungan yang ada.
Perubahan dapat meliputi mendapatkan pengetahuan, mendapatkan keterampilan
baru, atau mengadaptasi pengetahuan saat ini dari segi informasi baru.
Perubahan ini terutama sulit saat muncul tantangan terhadap nilai dan keyakinan
seseorang, cara berpikir, atau cara berhubungan. Misalnya, orang yang kecewa
menjadi marah dan berbuat negatif serta melakukan perilaku destruktif
(Tomey,2000).
2.2 Pengertian
Tipe Emultif
Tipe emultif , merupakan suatu perubahan
dengan menggunakan kekuatan unilateral dengan tidak merumuskan tujuan terlebih
dahulu secara sungguh-sungguh. Perubahan ini
dapat dilakukan pada sistem di organisasi yang bawahannya berusaha
menyamai pemimpin atau atasannya.
2.3 Contoh Tipe
Emultif
1. Seseorang
yang bekerja secara individu dan berusaha menjatuhkan rekan tim untuk
mendapatkan perhatian dan benefit dari leadernya.
2. Sistem
itu digunakan olh bisnis Multi Level Marketing (MLM), suatu perusahaan yg
bergerak dlm bidang Distribusi bebas dimana para Ditributornya (karyawan lepas)
bebas menentukan market area, market trick, serta personal Income dg tolak ukur
Personal Omset bkn Upline/Downline (atasan/bawahan).
PENUTUP
1.1
Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari konsep perubahan yang penulis buat dalam makalah ini
antara lain sebagai berikut:
Berubah adalah bagian dari kehidupan setiap orang; berubah adalah cara
seseorang bertumbuh, berkembang, dan beradaptasi. Perubahan dapat positif atau
negatif terencana atau tidak terencana. Perubahan adalah proses membuat
sesuatu yang berbeda dari sebelumnya (Sullivan dan Decker,2001).
Bennis
mengidentifikasikan Perubahan dari sudut Tipe Perubahan. Salah satunya yaitu
Tipe Emultif.
Tipe emultif , merupakan suatu perubahan
dengan menggunakan kekuatan unilateral dengan tidak merumuskan tujuan terlebih
dahulu secara sungguh-sungguh. Perubahan ini
dapat dilakukan pada sistem di organisasi yang bawahannya berusaha
menyamai pemimpin atau atasannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Dra. Hj. Soepardan, Suryani, Dipl.M, MM. 2007. Konsep Kebidanan. Jakarta: EGC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar